Pemberi Diberi

grow

Bacaan: Lukas 6:27-36

Prinsip-prinsip Kerajaan Sorga seringkali berkebalikan dengan prinsip-prinsip dunia. Salah satunya adalah soal memberi. Sementara dunia mengajarkan kita untuk bersikap egois, lebih suka mengambil daripada memberi – namun Firman Tuhan mendorong kita untuk memberi. Sebab justru ketika kita rela memberi, maka kita akan diberi. Prinsip hidup diberkati bukanlah dengan cara menggenggam erat apa yang kita miliki, melainkan melepaskan berkat sehingga jatuh ke tanah, bertumbuh dan berbuah lebat.

Pernahkah kamu mendonorkan darah? Karena memenuhi persyaratan kesehatan, saya beberapa kali berkesempatan mendonorkan darah. Dalam beberapa menit, darah saya diambil sekitar 250cc sampai 300cc. Tapi tentu saja setelah melakukan donor darah, tubuh saya tidak akan jadi kekurangan darah. Untuk sejenak kadang-kadang memang tubuh terasa lemas atau agak pusing. Namun beberapa saat kemudian, secara otomatis tubuh akan memproduksi darah lagi sehingga kembali sehat dan segar. Inilah prinsip memberi. Orang yang memberi tidak akan pernah berkekurangan.

Hambatan kita untuk memberi seringkali adalah ketika kita berpikir diri kita masih kekurangan. Kita merasa belum mampu memberi, sehingga kita tidak perlu memberi. Nanti kalau aku memberi, malah jadi kurang. Biarlah mereka yang berlimpah saja yang memberi. Kalau cara berpikir kita seperti ini, jangan kaget bila kita terus menerus kekurangan sedangkan mereka yang kaya menjadi semakin kaya. Bukankah mereka yang kita anggap kaya, mau memberi dan akhirnya diberi berkat oleh Tuhan? Memberi adalah sebuah kesempatan. Ketika kita melihat ada orang yang perlu kita tolong, itu adalah sebuah kesempatan untuk kita menabur! Jadi, jangan tahan tangan kita untuk memberi. Karena saat memberi hidup kita akan semakin diberkati. Dengan belajar bermurah hati, kita sedang menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk memberkati sesama. Dan buktikanlah bahwa orang yang murah hati tidak akan pernah berkekurangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: